nav

       HOME    BINUS EVENT   HOW TO   KBP   THOUGHTS

About



Tuesday, June 2, 2015

Laporan Community Service Bimbel - 2

Nama: Helena Natanael
NIM: 1801380333
Hari/Tanggal: Selasa, 26 Mei 2015, Shift 2 (11.20 - 12.00)
Lokasi: SD Negeri Panunggangan 11, Jl. Kyai Maja, Kota Tangerang 15143.




Pada shift ke-2 ini, kami memberikan soal-soal yang berkaitan dengan volume bangun ruang yang telah kami ajarkan pada shift sebelumnya. Kami mencoba mengasah keberanian murid-murid dengan mempersilahkan yang mau mencoba mengerjakan untuk maju ke depan, mengerjakan soal langsung di papan tulis. Dari beberapa murid yang berani dan aktif, ada 2 diantaranya yang menonjol, saya sampai hapal namanya, yaitu Kareem dan Syifa. Kedua murid ini termasuk cepat menangkap pelajaran dan aktif di kelas. Berani bercanda dengan saya, namun masih menjaga sopan santun, mereka memanggil saya "Kak Helen". Saya menjadi sadar sekarang kenapa dosen senang dengan murid yang aktif dan cepat mengerti pelajaran, hahahaha. Setelah mempersilahkan mereka maju, kami membahas bersama soal bangun ruang tersebut dengan murid murid. Lalu, kami pun memberikan sebuah soal mengenai volume kubus yang harus dikerjakan semua murid di selembar kertas dan dikumpulkan sebelum pulang. Ada yang belum tahu rumus kubus, mungkin dia belum hapal, lalu ada juga yang masih bingung perkaliannya.



Setelah semua murid mengumpulkan, kami dan murid-murid bersama-sama membereskan kelas dan menyapu. Murid-murid diajarkan untuk menjaga kebersihan dan hal ini sangat baik diajarkan sejak di bangku sekolah dasar. Setelah bersih-bersih, murid-murid salim kepada kami, dan kami semua pun pulang. Setelah kegiatan bimbel ini, kami sekelompok masih ada kelas, sehingga sambil menunggu kelas kami makan dan mengecek hasil pekerjaan murid-murid. Sebagian besar sudah benar, dari 35 murid ada 5 orang yang salah jawabannya, 4 dari 5 orang tersebut kurang teliti dalam perkalian, dan 1 lainnya salah rumus. Hal ini membuat kami memutuskan untuk lebih memperhatikan 5 murid ini pada sesi selanjutnya dan kami memutuskan untuk melakukan review terhadap perkalian dan pembagian, agar murid-murid tidak salah lagi dalam melakukan perkalian dan pembagian. Kedua hal ini kami rasa sangat fundamental untuk pelajaran matematika di jenjang berikutnya.

Saya dan Kareem



Suasana kelas ketika kami sedang bersih-bersih

Laporan Community Service Bimbel - 1

Nama: Helena Natanael
NIM: 1801380333
Hari/Tanggal: Selasa, 26 Mei 2015, Shift 1 (10.45 - 11.20)
Lokasi: SD Negeri Panunggangan 11, Jl. Kyai Maja, Kota Tangerang 15143.



Pada semester lalu, saya dan teman-teman ditugaskan untuk menjadi duta kebersihan. Hal tersebut cukup mudah sehingga ketika semester ini dosen saya menyarankan kelas kami untuk mengadakan Bimbel, saya ragu untuk menjalankannya. Meski untuk Character Building pada semester ini tidak diwajibkan untuk community servicenya dan boleh memilih sendiri, namun dosen kami menganjurkan kami untuk tetap melakukan kegiatan community service dan melakukan bimbel karena lebih berdampak kepada masyarakat dibanding duta kebersihan.

Saya dan kelompok saya melakukan survei tempat pada minggu sebelumnya, setelah berkeliling Alam Sutera dan sekitarnya, kami memilih untuk mengadakan bimbel di SD Negeri Panunggangan 11, sekitar 1 km di luar Alam Sutera, tepatnya di Jl. Kyai Maja. Kami segera mengurus surat pengantar yang dibutuhkan oleh sekolah untuk mengadakan bimbel di sekolah tersebut. Ibu kepala sekolah menerima kami dengan sangat ramah dan sangat kooperatif, tidak menyulitkan kegiatan kami sama sekali. Untuk kegiatan mengajar kami, kami dibimbing oleh Pak Wanta, salah satu perwakilan guru dari SD Negeri Panunggangan 11. Kami dan pihak sekolah bersepakat bahwa kegiatan bimbel akan berlangsung selama 2x, masing-masing 2 shift pelajaran (1 shift pelajaran di SD tersebut adalah 35 menit). Awalnya kami ingin mengadakan selama 4 kali, namun hal tersebut cukup mengalami masalah karena bentrok dengan jadwal kelas kami dan jadwal Ujian Akhir Semester di SD tersebut.



Pada hari Selasa, 26 Mei 2015, kami datang ke SD pukul 10.00 untuk briefing dengan Pak Wanta. Pak Wanta menawarkan kami mengajar pelajaran matematika, IPA, atau bahasa Inggris, dan kami sekelompok memilih matematika. Kami harusnya mengajar setelah murid pulang sekolah, namun kebetulan ada guru yang berhalangan hadir sehingga pada pukul 10.45, kami masuk ke kelas untuk mengisi jam kosong tersebut. Kami masuk kelas dengan agak canggung dan memperkenalkan diri. Awalnya kelas juga masih agak diam dan masih "jaga image" terhadap kami. Namun setelah kami memberikan beberapa catatan berkaitan dengan Bangun Ruang (sifat-sifat bangun ruang), murid-murid di kelas mulai terbuka terhadap kami dan bercanda dengan kami. Pada shift ini kami mengajarkan sifat-sifat bangun ruang dan rumus volumenya (tabung, kubus, kerucut, limas).




Monday, April 6, 2015

Penjumlahan i++ + i++ + ++i + ++i


Pada bulan Oktober 2014 lalu, saya mendapat tugas dari dosen algoritma saya untuk penghitungan pre-increment dan post-increment. Lalu ketika saya browsing, masih banyak kebingungan dan keambiguan mengenai logika pre-increment dan post-increment di website-website maupun forum. Untuk pengertian secara harafiah, sudah benar, bahwa pre-increment menambahkan nilai sebelum melakukan proses sementara post-increment menambahkan nilai sesudah proses. Hal yang serupa juga berlaku pada pre-decrement dan post-decrement. Akan tetapi, saya cukup beruntung diajar oleh seorang dosen algoritma yang bisa dibilang ahli dalam programming DAN banyak maunya... nyebelin sih tapi saya sadar tugas itu berguna untuk menganalisa seberapa jauh pengertian mahasiswanya. Sayang sekali soal yang cukup menarik ini hampir tidak dapat saya temukan jawabannya di internet. Mungkin ada, di halaman terakhir google.. atau diantara halaman-halaman google... pokoknya jawabannya tidak saya temukan sejauh saya menelusuri halaman -halaman pencarian google berdasarkan batas kesabaran saya.. dan semua mahasiswa juga bingung, sampai akhirnya dosen kami pun "berbaik hati" menjelaskan di kelas.

Untuk compiler, kami menggunakan visual studio c++, dan menggunakan bahasa c. Untuk compiler lain mungkin akan berbeda hasilnya.

Soal:

#include<stdio.h>

int main(){
int i=1;

printf("%d", ++i + i++ + i++ + i++ + ++i + ++i + i++);
getchar();
return 0;
}


ketika dijalankan, hasilnya adalah 28. Pertanyaannya, darimanakah nilai i bisa menjadi 28???

Kalau saya search di internet, katanya sebenernya multi-increment seperti ini ga boleh dilakukan karena pada tiap compiler hasilnya bisa berbeda. Lalu ada juga pemikiran karena incrementnya ada 7 buah, jadi 28 itu berasal dari 7x4, jadi tiap nilai i dikali dengan 4. Banyak sekali teori dan hipotesa berlalu-lalang antar mahasiswa kelas algo saya. Mungkin benar, mungkin salah. Namun, untuk logika dalam compiler visual studio yang dijelaskan oleh dosen saya, kira-kira seperti ini cara pengerjaannya:

1. kumpulkan semua i++ ke kiri. total, ada 4 i++. Ingat, i++ adalah bentuk post-increment. Untuk ++i akan kita hitung kemudian, tinggalkan dulu saja ++i nya. Lalu agar tidak bingung, saya tetapkan: nilai eksplisit adalah nilai yang seharusnya berdasarkan definisinya, sedangkan nilai implisit adalah nilai yang menyimpang berdasarkan definisinya.


2. ada 2 nilai pada i, nilai implisit dan nilai eksplisit. Karena i adalah post increment, yaitu melakukan proses barulah menambahkan nilai, dan proses di sini adalah printf, jadi nilai eksplisit dari post-increment harusnya TIDAK BERUBAH dari nilai awal. Yang akan tercetak adalah nilai awal i itu sendiri, yaitu 1. Jadi, nilai eksplisitnya adalah 1 + 1 + 1 + 1 = 4. Kalau nilai awal i adalah 2, berarti nilai eksplisitnya 2 + 2 + 2 + 2 = 8.


diketahui : int i = 1
 
printf("%d", ++i  +  i++  +  i++  +  i++  +  ++i  +  ++i  +  i++);
                            1         1        1                           1        

nilai eksplisit post-increment i = 1 + 1 + 1 + 1 = 4                


Untuk nilai implisit, nilainya bertambah selalu tanpa memperhatikan itu adalah post-increment, jadi tiap menemukan i++, nilai i akan bertambah. Karena nilai awal i adalah 1, jadi nilai implisit i++ adalah 2 → 3 → 4 → 5. Tapi ini nilai implisit, jadi tidak dijumlah ya, yang diambil nilai akhirnya saja sebanyak jumlah i++, sehingga nilai implisit akhir adalah 5. Kalau jumlah i++ nya ada 7 dan nilai awal i adalah 1, berarti nilai implisit i adalah 2 → 3 → 4 → 5 → 6 → 7 → 8, nilai implisit i yang kita pegang adalah 8.


printf("%d", ++i  +  i++  +  i++  +  i++  +  ++i  +  ++i + i++);
                           1→2   2→3    3→4                     4→5        

nilai eksplisit post-increment i = 4 
nilai implisit post-increment i = 5    


3. Nah sekarang kita sudah punya nilai implisit i++ dan nilai eksplisit i++, mari berlanjut ke nilai implisit dan eksplisit ++i. Berbeda dari i++, ++i akan menggunakan nilai awal i dari hasil nilai implisit i++. Jadi nilai awal pada ++i dari soal ini adalah 5, bukan 1. 

Lalu sekarang kita masuk ke pre-increment dimana definisinya adalah melakukan pertambahan nilai sebelum melakukan proses, dan proses yang dimaksud pada soal ini adalah printf. Jadi nilai eksplisit di sini seharusnya SELALU BERTAMBAH TIAP MENEMUKAN ++i.

Mari kita lihat. ++i pada soal di atas, ada 3 buah. Berarti untuk nilai eksplisit ++i, mulai dari 5, menjadi 6 → 7 → 8. Nilai eksplisit akhir ++i adalah 8.

ingat: nilai implisit post-increment i = 5


printf("%d", ++i  +  i++  +  i++  +  i++  +  ++i  +  ++i + i++);
                 5→6                                  6→7   7→8       

nilai eksplisit pre-increment i = 8  



Lalu untuk nilai implisit, karena ++i ada 3 buah, maka memakai nilai eksplisit ++i dikali 3. Jadi nilai implisit ++i adalah 3 x 8 = 24.



ingat:
- nilai implisit post-increment i = 5
- nilai eksplisit pre-increment i = 8  


printf("%d", ++i  +  i++  +  i++  +  i++  +  ++i  +  ++i + i++);
                   8                                       8         8      

nilai implisit pre-increment i = 8 + 8 + 8 = 24  


4. Nilai akhir yang ditunjukkan oleh compiler berasal dari nilai eksplisit i++ ditambah nilai implisit ++i, yaitu 4 + 24, maka hasilnya 28. Nah kalau kamu masih belum begitu mengerti, coba ubah nilai int i=1 menjadi int i=2, jika kamu memakai visual studio c++, harusnya jawabannya adalah 35, berasal dari 8 + 27.


Kira-kira begitu hal yang dapat saya share kali ini, semoga tidak membuat kamu pusing dan bisa bermanfaat jika bertemu dosen sejenis dosen saya :)


Friday, April 3, 2015

Expect the Unexpected?

Oke, sepertinya hal ini harusnya tidak pernah ada dalam pikiran gw. Apalagi sampe gw tulis kayak gini. Tapi, gw sangat ingin menuliskan apa yang ada di otak gw ini. Dan untuk menulis uneg-uneg kayak gini di blog gw yang satu lagi, agaknya hanya membuat followers gw bingung wkwkw karena sebagian besar dari mereka gak ngerti bahasa indonesia. So, gw tulis di sini aja.


Semester 1 berjalan dengan cukup baik. Target gw dapet A di kalkulus dan programming bisa tercapai. IP harapan gw pun tercapai juga, meski gw tau papa gw expect lebih lagi, however I'm glad that he supports what I already choose, padahal jurusan pilihan gw ini gak ada dalam "darah" ortu gw, mereka keduanya bukan IT. Dan mereka udah peringatin dari awal, kalau gw harus hati-hati dalam ambil jurusan karena seem like they will not let me to re-sign up buat pindah jurusan just in case gw salah jurusan. I know that it's just a waste of money kalau gw sampe pindah jurusan, apalagi kampus gw bukan termasuk kampus murah. Memang, brand berpengaruh ke harga, dan branding kampus gw memang udah oke, jadi untuk harga segitu, well, I won't complain.


Gw masuk IT dengan mata bersinar dan full-spirit, ngerasa it will be so much fun to code and to get great result just by coding it. Tapi gw gak sadar bahwa coding yang "sebenernya", gak semudah html. Coding yang "sebenernya",  gak semenarik css dan php. Gw terlarut dalam euforia bahwa gw gak akan bertemu lagi sama yang namanya kimia dan biologi. Duo hapal-hapalan yang menghancurkan nilai rapot gw semasa SMA. Untuk biologi masih mendingan lah, gw masih bisa mengerti walaupun gw sangat mabok dalam hapalinnya. Tapi buat kimia.... white flag abis. Gw ga tau kenapa reaksi itu bisa terjadi, kenapa A hanya bisa bereaksi sama B tapi ga bereaksi sama C. Kenapa rantai C makin banyak, menunjukkan makin oktan suatu bensin dan makin bagus buat dipake? Kenapa Na dan Cl kalau dipisah adalah duo mematikan tapi kalau digabung bisa jadi garam dapur buat pelezat masakan. Hal-hal itu menarik, tapi ga masuk akal. Belum ada penjelasan yang bisa bikin gw mengerti sepenuhnya sama kimia.

Lalu, gw juga kemakan sama gengsi. Gw merasa rugi udah cape cape belajar IPA dan disiksa selama 2 tahun di SMA gw, ujung-ujungnya cuma masuk ekonomi. Di mana temen-temen gw yang cewe pun pada masuk teknik. Jadi... gw masuk teknik informatika. Cukup reasonable karena gw ada ketertarikan di web programming yang udah gw pelajari secara otodidak.

Gw masuk IT juga karena memikirkan pergaulan gw. Gw ga sanggup bergaul sama manusia ips. Sebagian besar manusia ips, menurut gw, gak mementingkan esensi belajar. Mereka dateng ke kampus cuma buat tebar pesona dan hang out, having a good time. Kalo males, mereka cabut. Sementara gw, kalo ke kampus ya jelas tujuannya buat belajar, itu nomer satunya, lalu hang out bareng temen ya prioritas ke sekian dan ga boleh mengganggu belajar. Gw merasa bakal terbawa arus kalau gw selama 4 tahun berada dalam lingkungan buruk kayak gitu. Atau, mungkin gw bakal tetap rajin belajar, namun gw bakal dicap geek dan jadi kurang diterima dalam pergaulan mereka. And that feel really sucks. I've experienced it.


Semua hal itu mengerucutkan pilihan kuliah gw untuk masuk IT.



Di semester 1, gw di nina-bobokan sama nilai nilai oke dan kemampuan gw dalam menangkap pelajaran. Kebetulan juga gw sangat beruntung, punya temen jenius yang sangat baik juga mau ngajarin gw, nge-handle banjir pertanyaan gw, dan membukakan logika gw. Dan di semester 2 ini, walaupun gw masih cukup pede dalam pelajaran, itu karena gw masih keep-in-touch sama temen jenius gw. Gw jadi mulai mikir apa jadinya gw tanpa dia, akankah gw masih bisa meraih nilai bagus? Gw merasa gw udah terlalu ketergantungan sama dia. Dan gak mandiri. Gw mau mulai menjauh dari dia, nyoba mengerti dan usaha sendiri, tapi agaknya hal itu belum bisa terjadi dalam waktu dekat.

Lalu ada dosen gw juga yang ngasih tugas sedikit di luar kemampuan muridnya, well, that's good to encourage us, tapi di sinilah gw melihat, dan merasa, IT bukan masa depan yang gw mau. Gw muak berkutat sama bahasa bahasa coding yang dapat berubah seiring waktu dan berubah seiring tren. Gw pada dasarnya adalah pemalas. Ya, gw malas untuk terus terusan menyesuaikan diri. Gw mau pada suatu titik di masa depan, gw diminta melakukan hal yang gw udah bisa dan ahli di situ, bukannya diminta belajar hal baru. Tapi kalau diterapin dalam kehidupan gw, malas gw ini bisa dibilang pendorong gw untuk rajin. Aneh ya? Gw juga ga ngerti kenapa bisa gitu. Gw malas sama SP. Makanya gw rajin belajar, biar liburan nanti bisa main cookie run sampe mual atau bisa buang buang waktu dengan jadi BC, bukannya belajar. Trus gw malas baca teori di rumah, mendingan kerjain yang lain yang ga bisa dikerjain di kampus, misalnya nonton tv atau ngebuka laptop, makanya pas di kampus gw mau bener bener dengerin penjelasan dosen.


Gw sangat berharap pandangan gw bahwa IT bukan masa depan yang gw mau, bakal berubah secepatnya. Mungkin gw hanya frustasi melihat bahasa baru yang gw ga ngerti cara pakenya dan diharuskan belajar demi nilai pelajaran A, dan ambisi jadi mentor. Dan gw juga berharap gw gak salah jurusan. Masih terlalu dini buat merasa salah jurusan. Kalaupun gw salah jurusan, gw bakal tetap tuntasin kuliah di jurusan ini sih.... meski pada akhirnya mungkin nanti gw ga bekerja di bidang IT.


Gw merasa jurusan di kuliah agak ga adil. Kalau kayak akun, ekonomi, mat, fisika, biologi gitu, udah dipelajarin dari SMA. Mahasiswa di jurusan itu, asal sekolah di sekolah tepat, bakal dapet ilmu dasar yang oke buat di kuliah, Tapi kalo IT? SMA biasa cuma ngajarin penggunaan microsoft office yang gunanya cuma buat bikin laporan/tugas. Bukan bener bener IT nya. Mungkin SMK baru ngajarin IT yang sebenernya. Tapi gw rasa itu juga timpang. Seandainya gw tahu lebih awal mengenai IT yang sebenernya, mungkin, mungkin aja, gw ikut kemauan ortu gw. Dan kalau skrg gw cerita ke ortu gw, gw gak mau bikin mereka merasa "tuh kan mama/papa udah bilang, makanya hrsnya kamu masuk jurusan xx aja". Lalu gw ngerasa ga ada temen yg tepat buat gw ceritain ini.... dan gw terkadang ngerasa lelah sama pikiran gw sendiri, di mana cuma saat tidur doang gw bisa nemu ketenangan. Ckckckc.


Monday, March 16, 2015

Run For Leprosy 2015


Run for Leprosy adalah acara pertama kali di Indonesia yang di dedikasikan secara khusus untuk rekan-rekan yang mengalami atau yang pernah mengalami kusta. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap penyakit kusta. Awareness disini berupa pemberian dukungan baik moril maupun materil dan penghapusan stigma negatif serta diskriminasi yang sering dialami oleh rekan-rekan yang pernah atau sedang mengalami kusta. Hasil dari donasi acara ini 100% akan di berikan dan di gunakan untuk program pembinaan komunitas kusta dengan cakupan skala yang lebih besar lagi. Promotor acara ini adalah Bina Nusantara (Binus) University, Alam Sutera dan Teach for Indonesia (TFI). Kegiatan berlangsung 15 Maret 2015 dengan start line dan finish line di Kampus Binus University @ Alam Sutera. Jarak lari yang ditempuh oleh peserta Run for Leprosy terbagi menjadi dua, yaitu: 5k dan 10k dan berlangsung dari pukul 06.00 – 08.00.


Foto-foto keseruan #RunForLeprosy di Instagram:



Kesan dan Pesan sebagai Pelari:

Acara Run for Leprosy ini adalah kedua kalinya saya ikut kegiatan lari sejauh 5 km. Sebelumnya saya pernah mengikuti saat saya masih SMA, dan mengambil lokasi di Monas-Bundaran HI saat car free day Jakarta. Perbedaannya sangat terasa, untuk Run For Leprosy yang berlokasi di Alam Sutera, lebih nyaman dibanding lokasi saya dulu, udaranya lebih segar dan ruas jalannya lebih luas. Saya rasa Alam Sutera adalah tempat yang tepat untuk mengadakan event-event sejenis ini, karena memang Alam Sutera didesain untuk pengguna sepeda dan pejalan kaki. Saya mendaftar acara ini bersama teman-teman saya yang mencapai 13 orang, dan kami berlari bersama sama meski sempat terpisah di rute lari dikarenakan banyaknya peserta lari yang ikut. Saya menyelesaikan lari saya dalam waktu 1 jam 10 menit.

 


Saya sangat terkesan dengan charity event ini, meski harus mengeluarkan sejumlah uang, namun itu saya anggap sebagai donasi bagi kelanjutan komunitas penanggulangan kusta. Untuk jalannya kegiatan, saya sangat terkesan dengan para volunteer seusia saya yang sangat gigih dalam bertugas dan menyemangati kami para pelari. Lalu untuk pelayanan di water station, para volunteer sangat sigap sehingga kami tidak tertahan di water station. Saya juga kagum dengan rundown acara yang jelas, tidak seperti beberapa acara sejenis yang pernah saya ikuti, Run For Leprosy tidak ngaret dan selesai tepat waktu seperti di guide book yang saya dapat dari racepack.

Pesan saya untuk acara sejenis selanjutnya, mohon untuk ketersediaan baju lebih dipastikan lagi, karena saya dan teman-teman saya sudah mendaftar early bird, namun beberapa teman saya yang memesan baju ukuran XL malah tidak mendapatkannya, saya melihat mereka merasa tidak nyaman dengan baju ukuran L yang terpaksa mereka pakai. Hal ini cukup aneh karena saya pikir, kami sebagai pendaftar early bird yang sudah dicatat sejak lama sebelum event dimulai, harusnya sudah dipesankan baju sesuai yang kami pesan. Lain halnya apabila kami baru mendaftar di hari-hari terakhir sebelum pendaftaran ditutup.

Lalu, selama acara lari berlangsung, kami sebagai pelari tidak bisa sepenuhnya menggunakan badan jalan, karena kendaraan masih dapat melintas, dan para volunteer memperingatkan kami selalu untuk berada di pinggir jalan, jangan ke badan jalan. Untuk acara sejenis ini yang sebelumnya saya ikuti, seluruh badan jalan ditutup, hanya untuk pelari dan tidak boleh kendaraan masuk. Jadi saya cukup kecewa melihat kendaraan masih diperbolehkan melintas, bukankah sudah ada poster bertuliskan jalanan akan ditutup pukul 05.00-09.00 di beberapa titik masuk Alam Sutera? tetapi mengapa hal tersebut tidak diindahkan?







Pengetahuan tentang kusta:

Penyakit kusta atau lepra (leprosy) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae, ditemukan oleh G.A. Hansen. Penyakit ini menyebabkan hilangnya fungsi saraf di anggota tubuh, membuat anggota tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik, terkelupas, membusuk, bahkan dalam kasus yang parah dapat lepas dari tubuh. Penyakit ini berlangsung dalam jangka panjang. Diduga penyebarannya karena kontak dengan orang yang menderita kusta juga, sistem imun yang buruk, dan gizi serta lingkungan hidup yang buruk.


Komitmen baik terhadap kusta: 

1. Mengurangi makanan fast food, dan meningkatkan konsumsi makanan sehat agar sistem imun tubuh kuat.
2. Tidak mengucilkan penderita kusta, melainkan mendukungnya dan menyemangatinya.
3. Turut mensosialisasikan kepada keluarga, kerabat dan teman mengenai penyakit kusta.


Saran mengenai sosialisasi yang baik terhadap penyakit kusta:

1. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa penderita penyakit ini sebaiknya tidak dikucilkan tetapi disemangati, melalui seminar di sekolah-sekolah. Saya rasa untuk masyarakat dewasa sekarang sudah terlanjur menempel stigma buruk terhadap kusta, sehingga untuk memutus stigma buruk tersebut harus dimulai dari generasi muda yang masih bersekolah.
2. Mengadakan acara charity sejenis seperti Run For Leprosy, hal ini jauh lebih baik dibanding hanya meminta donasi dengan membuka stand di mall seperti beberapa organisasi tertentu yang selama ini saya lihat. Dengan adanya acara charity, peserta tidak merasa seperti "dipaksa menyumbang", melainkan juga mendapatkan pengalaman menyenangkan bersama orang-orang terdekat.